ku larik mata berus lukisan
dan warna air
perlahan-lahan ku atur satu persatu imej kaku
atas kanvas putih
seorang lelaki beruniform tentera
di belakangnya ada bangku kayu kosong
berdiri berkaki ayam
menjijit sepasang selipar
merenung laut lepas
ombak bolak balik memukul pantai
sang camar riuh berkicau
berterbangan tampak berbalam-balam dari kejauhan
sambil senja berlabuh
pohon rhu melambai perlahan
ucap selamat tinggal pada angin
pada akhir cerita lukisanku
hanya tinggal aku
ditelan malam yang gelap pekat