Di sini, di bawah cakerawala yang luas,
Kita, manusia, seringkali tergesa.
Terhanyut dalam gelombang emosi,
Terkadang, tanpa sedar memarahi Tuhan dalam kehampaan hati.
Tak selayaknya kita, ciptaan yang rapuh,
Mempersalahkan Sang Pencipta di sebalik kelemahan diri.
Bukankah hidup ini belaka ujian,
Di dalamnya terkandung hikmah yang tersembunyi?
Saat hati terluka dan langkah terhenti,
Takkan layak kita merintih dan memaki.
Tuhan yang Maha Pemurah, Maha Pengasih,
Menyertai kita dalam setiap detik perjalanan.
Pelajaran tak terhitung terselit dala setiap kesulitan,
Bagai benang kusut yang menganyam kebijaksanaan.
Jadi siapa kita ini menyalahkan-Nya dengan amarah?
Lihatlah, belajarlah dari setiap duka dan pilu.
Tuhan, Pencipta segala yang indah,
Bukanlah sumber keputusasaan dan kemarahan.
Dia adalah cahaya di balik awan kelam,
Pandu langkah kita, bimbing hati yang terluka.
Kita, manusia, tak layak memarahi Tuhan,
Namun berbaliklah kepada-Nya dalam doa.
Mintalah petunjuk di setiap liku kehidupan,
Dan temukan damai yang hakiki dalam kasih-Nya.